Ada 80.000 Orang di Jakarta yang Terinveksi HIV

orang HIV di jakarta

Thejabodetabek.com – Di Ibu Kota Jakarta, diperkirakan terdapat sekitar 80.000 Orang dengan HIV (ODHIV). Namun, menurut catatan Sistem Informasi HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (SIHA), belum semua dari mereka menjalani pengobatan dengan rutin dan konsisten.

Kepala Bidang Dukungan dan Layanan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta, Taufik Alief Fuad, menyampaikan, hingga Juni 2023, berdasarkan data akumulatif, kami telah mencatat sekitar 80.000 individu di Jakarta yang terkonfirmasi terinfeksi HIV.” Angka tersebut didapatkan dari warga Jakarta yang telah secara sukarela memeriksakan diri dan dinyatakan positif terinfeksi HIV.

Akan tetapi, dari total tersebut, hanya sekitar 51 persen yang secara rutin mengonsumsi obat Antiretroviral (ARV), yang dikenal efektif dalam pengobatan HIV dan AIDS.

“Dari total tersebut, hanya 51 persen ODHIV yang benar-benar konsisten dalam pengobatan, mengonsumsi obat setiap hari. Tentu, idealnya, angka tersebut harus mencapai 100 persen,” ungkap Fuad.

Fuad menekankan bahwa meskipun ada beragam alasan yang mungkin menjadi penghalang bagi ODHIV untuk menjalani pengobatan secara rutin, sangat penting bagi mereka untuk tetap konsisten. Dengan pengobatan yang berkelanjutan dan teratur, virus dalam tubuh dapat ditekan sehingga tidak lagi terdeteksi.

Fuad juga mengajak para ODHIV untuk memiliki pandangan positif dan memahami bahwa reaksi awal dari diagnosa positif HIV mungkin mengejutkan.

“Mungkin di awal saat mengetahui diagnosa, seseorang akan merasa, ‘Mengapa ini terjadi padaku?’,” kata Fuad.

“Namun, rasa seperti itu hanya wajar dirasakan untuk waktu singkat. Menyikapi dengan kekecewaan dalam jangka waktu lama tidak akan membantu. Sebaiknya, langkah selanjutnya adalah menerima realitas, mengambil obat yang tersedia secara gratis di banyak fasilitas kesehatan di Jakarta, dan berkomitmen untuk menjalani pengobatan secara rutin. Dengan begitu, insya Allah, kondisi kesehatan akan membaik,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *